Ak hanya terdiam di sudut rumah,
Tatapan mata ku mulai melemah,
Luka di hati bagai goresan timah,
Tapi semua itu tertutupin dengan sifat ramah.
Hatii ku ingin menangis,
Semua ini tak sanggup ku tepis,
Kau lihat ku dengan tatapan sadis.
Kapan semua sandiwara ini habiis
Ku tutupi sifat burukmu di hadapan mereka,
Ku ceritaka kenangan kita dalam suka ataupun duka,
Mungkin mereka mengira ini hanya cerita belaka,
Tapi balasan darimu hanya goresan luka..
ak memang saat ini masii bisa tersenyum
Dan aku juga masii mampu untuk makan dan minum,
Zaman sekarang bau busuk bagai wangian parfum.
Sandiwara ini sudah selesai atau belum ?
Jujur tak ada yang bisa menggantikan posisimu,
Bukan berarti kau bisa menyakiti ku sesuka hatimu,
Saat ini ak memang tegar menhadapi permainan mu,
Tapi apakah kau tega ak terjatuh hanya karna janji manismu,
Ak memang gadis biasa,
Mungin asal pun dari desa
Tak punya skill yang luar biasa,
Pahit nya hidup sudah ku rasa,
Tapi tersakiti oleh cinta sungguh sangat menyiksa
Bantulah ak untuk bangkit,
Ingin ku nikmati panorama indah bukit
Walaupun Kau hanya memperhatikanku sedikit
Ak berterimakasih karena itu sudah mengurangi rasa sakit
Ku hadapi semua ini sendiri.
Sampai aku dapat menemukan jatidiri.
Akan ku coba kembali untuk berdiri.
Semoga aku bisa tersenyum setiap hari
Ku harap kau bisa memaknai kata ini
Memang ungkapan ku tidak berseni
Tapi aku coba untuk berani
Kenangan pahit telah kulukiskan di sini,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar